Selasa, 03 April 2012





HARTA AMANAH DAN HIBAH DI SWISS, JEPANG, CHINA, DAN USA YG DAPAT DIMANFAATKAN INDONESIA DITENGAH KRISIS DUNIA

Perlu saya sampaikan iformasi tambahan tetang kronologis harta-hata seperti judul diatas,
Pada saat Sumpah Pemuda 1 th 1926 amanah dirancang & dimobilisasi lagi secara perbankan, dimulai pada 1927 sebagian aset amanah disimpan di Swiss ± USD 1800 Billion dan beberapa negara lainnya sampai pada tahun 1968 secara rolling program per 40 th dengan bunga 2,5% pertahun.
Pemegang amanah tersebut : Abah Syaepoeddin Malik-ASM, pemegang amanah tunggal, beliau punya 17 nama, 12 nama Indonesia dng KTP Indonesia dan 5 nama Luar Negeri dengan KTP dari Negara yang bersangkutan, sekarang beliau usianya 107 tahun lebih, beliau 1 tahun lebih tua dari BK, sama-sama kuliah di ITB tempo dulu, BK kuliah Arsitek sementara Abah kuliah di Sipil, kemudian melanjutkan ke Eropa bersama-sama juga, menurut Abah, BK sendiri baru kenal amanah pada th 1922, waktu itu yg menjelaskan amanah supaya BK paham adalah HOS Cokroaminoto (Tokoh SI mantan mertuanya)
Urusan amanah dibagi dalam beberapa kelompok dan di wakili oleh :

1.     HB IX, sbg wakil dari kelompok Dinasti, berupa aset dinasti dari 114 kerajaan (islam?) yang pernah berdiri di Nusantara ini. Pertama kali wakil dari 114 kerajaan dikumpulkan pada sumpah pemuda I pada 1926, diwakili oleh para raja, sultan atau utusan yang ditunjuk oleh kerajaan / keluarga dari kerajaan yang pernah didirikannya, mengumpulkan aset dan diberi nama ASSET DYNASTI.
2.     Eyang Khoir, Tulung Agung, sbg wakil dari kelompok Prasasti, harta peninggalan dari para Nabiullah dan kerajaan Islam yang didirikan oleh para Nabiullah, misalnya Nabi Khidir, Sulaeman dllnya, dikumpulkan dan disimpan di P.Jawa ini. Maknanya sebagai wakil penjaga yg berilmu mumpuni.
3.     Eyang Suwarno, sbg wakil dari aset khusus UBCN, dari hasil program HANURA jaman BK jadi presiden., HANURA : Hati Nurani Rakyat, makanya Wiranto mengunakan nama ini untuk partainya. UBCN adalah Obligasi berupa mata uang brasil persetujuan dengan tiga negara yaitu Brasilia, Amerika Serikat dan Arab Saudi, Jadi klo mau mencairkan UBCN ya harus dengan persetujuan Presiden dari 3 negara tersebut. Kira2 ada total 90 ribu peti yang tersebar digudang2 amanah. Gudang amanah sendiri total jumlahnya 101 gudang, dijaga dan diawasi oleh 66 eyang, sayangnya belaiu sekarang jumlahnya tinggal 36 eyang mungkin dah berkurang lagi.
4.     Sarinah, sbg wakil pemegang UBCN juga bersama eyang Suwarno & Chaerul Fathulah.Di Jawa ini Sarinah ( Lady of Rooses ) ada 3 orang, Sarinah Jilid 1, Sarinah Jilid 2 dan Sarinah Jilid 3 . Suwarno bermukim di Denhag ,Belanda,untuk menjaga amanah sesuai petunjuk BK, C Fathulah (Sureng Pati) masih hidup tinggal di purwokerto
5.     BK, sbg wakil pemegang aset AMPERA, Amanat Penderitaan Rakyat, dan PAMPASAN PERANG yang berupa :
  • Aurum senilai 14 juta ton metrik,
  • Platinium senilai 3 juta ton metric
  • DOLLAR HASIL HIBAH dari beberapa negara sejak tahun 1933.nilai awal pada th 1933 adalah 10 lembar Deposit Dollar @ 65 Milyar Dollar. Dan untuk membedakannya dibagi 2 kelompok tahun : yaitu th 1933 sd 1966 dan 1966 sampai sekarang, dan dibagi menjadi 2 bendel / 2 lembar surat. 1 lembar surat penjelasan perkembangan nilai Aset Deposit Dolar dari th 1933 sd 1966 pokok dan hasil-hasilnya 1 lembar lagi perkembangan Nilai Hasil sejak 1966 s/d sekarang.
  • PAMPASAN PERANG. yaitu harta pengembalian dari negeri Belanda, hasil tuntutan BK dan ASM dibantu oleh Pengacara Beliau Mr.Browntenad, karena NKRI merdeka sendiri bukan diberi kemerdekaan oleh Belanda. Hasil tuntutan itu berupa Dollar senilai ± USD 415 Billion, sesuai lamanya Indonesia dijajah Belanda selama 415 tahun.
Kapan kira2 amanah bisa cair, bisa dimanfaatkan, oleh rakyat indonesia khususnya dan dunia pada umumnya. karena hampir 50% dollar yang berkembang diseluruh dunia tuh ada di Gudang Amanah, secara Riil, berupa lembar Dollar.

1.     Pertama-tama yang harus dijalani adalah memastikan bahwa 101 Gudang Amanah masih utuh barangnya, tidak 1 gram atau 1 lembar Dollarpun bisa hilang, dibobol oleh siapapun termasuk Jin, kecuali rusak.
2.     Meminta pemerintah RI, secara resmi kenegaraan dan yang lebih penting lagi adalah Surat Jaminan dari Beliau Presiden ke kami, ya minimal ke ASM Tetapi sejak Presiden Megawati sampai Presiden kita sekarang ini belum berhasil, sebenarnya Beliau secara pribadi setuju, tetapi yang kami harapkan adalah secara resmi kenegaraan, bukan pribadi. Karena dengan surat Jaminan Resmi, baru melangkah ke Mahkamah Internasional di Belanda. Dengan modal 2 surat resmi itulah Amanah diharapkan bisa dicairkan tanpa gejolak yang membahayakan perekonomian dunia.
3.     Mengurusi Aset Amanah yang ada di Luar Negeri, dan ini Lebih mudah karena ada UBS, Union Bank of Swizzerland, sering disebut Uangnya Bung Sukarno, World Bank, 20 Konsorsium Keuangan Dunia, Dan sejumlah Bank Central yang mau membantu diluar negeri, hanya mungkin butuh waktu yang cukup lama mencairkannya.
4.     Membuat Gudang Baru, untuk mengumpulkan barang dari 101 Gudang yang tersebar di Nusantara ini.
5.     Membangun NKRI, sehingga NKRI ni menjadi Barometer Dunia, Istilah BK Mercusuar Dunia. ( sumber info : kang Ari Tea}
sejarah merupakan tonggak awal pencitraan dan karakter suatu Bangsa. nilai suatu Sejarah dilihat dari peradaban yg punya tolok ukur dari komunitas religius dalam suatu rumpun yang majemuk. Kerajaan Banggai adalah suatu barometer dari sejarah peradaban dunia yang pada zaman sekarang hanya sebagian kecil yg memperhatikan nilai - nilai moral yang pada zaman lalu sudah ada.kami adalah komunitas kecil yang lahir dari keprihatinan tentang budaya leluhur Banggai yang pada saat ini sudah semakin hilang oleh perubahan zaman, perubahan pola pikir dan moderenitas.

Rabu, 29 Februari 2012

QUEENSLAND, KOMPAS.com - Karbondioksida (CO2) yang konsentrasinya terus meningkat terbukti berpengaruh terhadap ikan yang hidup di lautan. Demikian hasil studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Climate Change baru-baru ini. "Dan sekarang cukup jelas bahwa gas CO2 menyebabkan kerusakan signifikan pada sistem saraf pusat ikan, yang akan berdampak pada ketidakmampuan untuk survive," ungkap Phillip Muday, peneliti, seperti dilaporkan AFP, Senin (16/1/2012). "Kami menemukan bahwa peningkatan CO2 terlarut di laut bisa mempengaruhi fungsi neurotransmitter secara langsung, yang akan menjadi ancaman langsung dan tak pernah dikenal sebelumnya," tambah Munday. Munday mempelajari bagaimana perilaku baby clownfish atau ikan nemo dan damselfish (Stegastes nigricans) di tengah predator pada lingkungan yang kadar CO2-nya tinggi. Peneliti menemukan bahwa konsentrasi CO2 memang mempengaruhi baby clownfish dan damselfish. "Hasil kami menunjukkan bahwa kemampuan membaui para bayi ikan terganggu oleh besarnya konsentrasi CO2 dalam air, artinya bahwa mereka sulit menemukan karang untuk berlindung maupun mendeteksi bau ikan predator," jelas Munday. Hasil juga menunjukkan bahwa indera pendengaran ikan juga terganggu akibat kadar CO2 tinggi. Ini menyebabkan ikan lebih rentan terhadap predator. Sementara itu, ikan juga kehilangan insting untuk bergerak ke kiri dan kanan. "Ini semua menunjukkan pada kita bahwa bukan kerusakan ringan yang terjadi pada indera mereka, tetapi bahwa level CO2 yang tinggi mempengaruhi seluruh sistem saraf pusat," papar Munday. Munday mengatakan, 2,3 miliar ton emisi CO2 terlarut dalam air setiap tahunnya. Ini akan mengancam ikan dan organisme laut lain. Riset ini dilakukan oleh Center of Excellence for Coral Reef, Australia.

GLOBAL WARNING

Dampak pemanasan global Para ilmuwan menggunakan model komputer dari suhu, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuwan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantai, pertanian, kehidupan hewan liar dan kesehatan manusia. [sunting] Iklim mulai tidak stabil Para ilmuwan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Suhu pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat. Daerah hangat akan menjadi lebih lembap karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuwan belum begitu yakin apakah kelembapan tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya Matahari kembali ke angkasa luar, dimana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembapan yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini)[22]. Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrem. [sunting] Peningkatan permukaan laut Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi. Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuwan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21. Perubahan tinggi muka laut akan sangat memengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai. Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat memengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades. [sunting] Suhu global cenderung meningkat Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat. [sunting] Gangguan ekologis Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah. [sunting] Dampak sosial dan politik Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain. Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adalah organisme tersebut. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (Climate change)yang bisa berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan, DBD Kaitan dengan musim hujan tidak menentu) Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernapasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain. [sunting] Perdebatan tentang pemanasan global Tidak semua ilmuwan setuju tentang keadaan dan akibat dari pemanasan global. Beberapa pengamat masih mempertanyakan apakah suhu benar-benar meningkat. Yang lainnya mengakui perubahan yang telah terjadi tetapi tetap membantah bahwa masih terlalu dini untuk membuat prediksi tentang keadaan pada masa depan. Kritikan seperti ini juga dapat membantah bukti-bukti yang menunjukkan kontribusi manusia terhadap pemanasan global dengan berargumen bahwa siklus alami dapat juga meningkatkan suhu. Mereka juga menunjukkan fakta-fakta bahwa pemanasan berkelanjutan dapat menguntungkan di beberapa daerah. Para ilmuwan yang mempertanyakan pemanasan global cenderung menunjukkan tiga perbedaan yang masih dipertanyakan antara prediksi model pemanasan global dengan perilaku sebenarnya yang terjadi pada iklim. Pertama, pemanasan cenderung berhenti selama tiga dekade pada pertengahan abad ke-20; bahkan ada masa pendinginan sebelum naik kembali pada tahun 1970-an. Kedua, jumlah total pemanasan selama abad ke-20 hanya separuh dari yang diprediksi oleh model. Ketiga, troposfer, lapisan atmosfer terendah, tidak memanas secepat prediksi model. Akan tetapi, pendukung adanya pemanasan global yakin dapat menjawab dua dari tiga pertanyaan tersebut. Kurangnya pemanasan pada pertengahan abad disebabkan oleh besarnya polusi udara yang menyebarkan partikulat-partikulat, terutama sulfat, ke atmosfer. Partikulat ini, juga dikenal sebagai aerosol, memantulkan sebagian sinar Matahari kembali ke angkasa luar. Pemanasan berkelanjutan akhirnya mengatasi efek ini, sebagian lagi karena adanya kontrol terhadap polusi yang menyebabkan udara menjadi lebih bersih. Keadaan pemanasan global sejak 1900 yang ternyata tidak seperti yang diprediksi disebabkan penyerapan panas secara besar oleh lautan. Para ilmuwan telah lama memprediksi hal ini tetapi tidak memiliki cukup data untuk membuktikannya. Pada tahun 2000, U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memberikan hasil analisis baru tentang suhu air yang diukur oleh para pengamat di seluruh dunia selama 50 tahun terakhir. Hasil pengukuran tersebut memperlihatkan adanya kecenderungan pemanasan: suhu laut dunia pada tahun 1998 lebih tinggi 0,2 derajat Celsius (0,3 derajat Fahrenheit) daripada suhu rata-rata 50 tahun terakhir, ada sedikit perubahan tetapi cukup berarti.[22] Pertanyaan ketiga masih membingungkan. Satelit mendeteksi lebih sedikit pemanasan di troposfer dibandingkan prediksi model. Menurut beberapa kritikus, pembacaan atmosfer tersebut benar, sedangkan pengukuran atmosfer dari permukaan Bumi tidak dapat dipercaya. Pada bulan Januari 2000, sebuah panel yang ditunjuk oleh National Academy of Sciences untuk membahas masalah ini mengakui bahwa pemanasan permukaan Bumi tidak dapat diragukan lagi. Akan tetapi, pengukuran troposfer yang lebih rendah dari prediksi model tidak dapat dijelaskan secara jelas.